PROJECT PROPOSAL

1.      Judul

STRATEGI PENINGKATAN MUTU SEKOLAH
Membongkar Tuntas Konsep “Total Quality Management” dan Implementasinya.


2.      Latar Belakang


Permasalahan mutu pendidikan tidak berdiri sendiri, akan tetapi terkait dengan suatu sistem yang saling berpengaruh. Mutu keluaran dipengaruhi oleh mutu “masukan” dan mutu proses. Mutu masukan dalam arti kesiapan murid dalam mendapatkan kesempatan pendidikan. Kenyataannya, banyak murid yang tingkat kesiapannya belum memadai untuk menerima proses pembelajaran, baik karena faktor gizi, kesehatan, prilaku negatif dan faktor-faktor tidak kondusif bagi pendidikan.[1]
Pada era globalisasi sekarang ini, persaingan yang sangat tajam terus terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, baik ditingkat domestik maupun ditingkat internasional/global. Agar sekolah dapat bertahan hidup dan berkembang dengan pesat, maka sekolah harus mampu menghasilkan lulusan dengan mutu dan kualitas yang lebih baik,.
Kondisi demikian mempunyai arti yang sangat penting, bahwa sebuah institusi pendidikan (sekolah) sebagai institusi yang mempersiapkan kualitas SDM yang handal untuk tampil di pentas persaingan global dalam segmen pasar yang telah dipilih harus mampu mencapai tingkat mutu dari segala aspek, seperti mutu sumber daya manusia (guru) yang memiliki kompetensi tinggi dan mampu bekerja secara profesional, proses belajar mengajar yang menyenangkan, dan hal-hal yang terkait dengan dunia pendidikan sehingga mampu memikat masyarakat.
Di era ini sudah menjadi sebuah keniscayaan bagi setiap sekolah untuk mampu menghasilkan peserta didik berkualitas yang mampu survive di pentas kompetisi global. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan tersebut, maka diperlukan serangkaian upaya-upaya perbaikan mutu pada semua aspek, baik berkaitan dengan sarana-prasarana, SDM guru, fasilitas, proses belajar mengajar yang mampu memenuhi karakteristik; menggunakan pendekatan pembelajaran belajar aktif (Student active learning), pembelajaran kooperatif dan kolaboratif, pembelajaran konstruktif, dan pembelajaran tuntas (mastery learning).
Untuk keberhasilan pengembangan mutu di atas, memerlukan pemikiran dan aktifitas yang tidak mudah. Hal ini memerlukan sebuah komitmen dan kerjasama yang baik antara departemen yang terkait, baik pusat maupun daerah serta institusi pendidikan setempat sebagai pihak yang memiliki kedekatan hubungan secara langsung dengan masyarakat.
Oleh karena itu, untuk mewujudkan mutu yang baik diperlukan adanya kejelasan secara sistemik dalam memberikan kewenangan antar institusi terkait. Jika manajemen ini diterapkan sesuai dengan ketentuan yang ada dengan segala dinamika fleksibilitasnya, maka akan menjadi perubahan yang efektif bagi pengembangan dan peningkatan mutu dan mutu pendidikan nasional.
Munculnya konsep TQM (Total Quality Management) menjadikan sebuah angin segar bagi dunia pendidikan dalam upaya melakukan perbaikan-perbaikan mutu. TQM hadir sebagai konsep manajemen dalam dunia bisnis. Namun seiring dengan perkembangannya, konsep manajemen ini diterapkan pada dunia pendidikan. Penerapan manajemen mutu dalam pendidikan ini lebih popular dengan sebutan “Total Quality Education” (TQE).[2]. Secara filosofis, konsep ini menekankan pada pencarian secara konsisten terhadap perbaikan yang berkelanjutan untuk mencapai kebutuhan dan kepuasan pelanggan.
Oleh karena itu, dipandang perlu untuk mengadakan sebuah pendidikan dan pelatihan (DIKLAT) bagi para guru dan stake holder pendidikan untuk memperoleh satu pemahaman yang komprehensif tentang Total Quality Management, sehingga kedepan konsep ini mampu diimplementasikan di masing-masing lembaga sekolah dalam upaya peningkatan kualitas mutu pendidikan di Indonesia pada umumnya dan di masing-masing lembaga pada khususnya.


3.      Tujuan

Berangkat dari latar belakang tersebut, Diklat ini bertujuan untuk:
1.      Meningkatkan kualitas dan profesionalitas guru
2.      Menciptakan komitmen yang tinggi bagi para guru dalam mengelola dan mengembangkan kualitas pendidikan di Sekolah.
3.       Memberikan pemahaman yang komprehensif tentang Total Quality Management (TQM) dan sekaligus implementasinya dalam lembaga pendidikan (sekolah).

4.      Target

Dari Diklat ini, diharapkan dapat menghasilkan beberapa kontribusi sebagai berikut:
1.      Terciptanya tenaga pendidik yang professional
2.      Terwujudnya komitmen para guru dalam mengelola dan mengembangkan kualitas pendidikan
3.       Tercapainya pemahan secara komprehensif tentang konsep TQM dan implementasinya di lembaga pendidikan.

5.      Tema

STRATEGI PENINGKATAN MUTU MADRASAH
Membongkar Tuntas Konsep “Total Quality Management” dan Implementasinya.


6.      Sasaran

Sasaran kegiatan ini adalah:
1.      PGRI Banyuwangi
2.      Guru MI, MTs, MA se kabupaten Banyuwangi
3.       Stake holder pendidikan

7.      Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Kegiatan ini dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal    : Sabtu – Minggu / 28 – 29 Nopember 2009
Tempat           : AULA DIKNAS KAB. BANYUWANGI

8.      Sumber Dana

Pendanaan kegiatan ini bersumber dari:
1.      Iuran anggota
2.      Kontribusi peserta
3.      Sponsorship
4.      Sumbangan yang halal dan tidak mengikat

9.      Jenis Kegiatan

Kegiatan ini berbentuk Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) TQM (Total Quality Managemen) yang diberikan kepada para guru MI, MTs, MA di lingkungan Banyuwangi.


10.  Susunan Panitia

-         Terlampir

11.  Estimasi Dana

-         Terlampir

12.  Penutup

Demikian proposal ini dibuat, dengan harapan dapat berjalan dengan sukses tanpa ada hambatan yang berarti. Atas pertisipasi dan kerjasama yang baik, kami sampaikan terima kasih.

Comments (0)